Rabu, 21 Januari 2015

Pantai Teluk Awur, Obyek Wisata Alternatif Murah Meriah


https://i0.wp.com/i93.photobucket.com/albums/l59/yasir_yafiat/20140819_173807_zpsfa386ab5.png

Pantai Teluk Awur
adalah pantai yang terletak di Desa Telukawur, Tahunan 4 km dari pusat kota Jepara.Pantai ini ditandai oleh banyaknya pohon mangrove yang berfungsi sebagai peneduh selain sebagai penahan abrasi.

Setiap tahun di pantai ini diadakan acara tradisional Pesta Lomban. Berbeda dengan Pantai Kartini Jepara dan Pantai Tirto Samudra Bandengan Jepara, Pantai Teluk Awur tidak memungut bayaran.Karena tidak dikelola secara berbayar, maka fasilitas yang didapatkan pun sederhana.

Selain sebagai salah satu tempat perayaan Pesta Lomban, pantai ini juga dipercayai sebagai tempat mandi yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit kulit oleh masyarakat setempat. Selain itu, sering pula dimanfaatkan sebagai tempat memancing.

Fasilitas :

    Mushola
    Banana Boat
    Flying Fish Boat
    Dermaga
    Jetsky
    Kanoe
    Ban Dalam
    Kamar Bilas
    Warung Makan

Penginapan :
Pantai Teluk Awur terdapat beberapa penginapan, yaitu:

    Ocean View Hotel
    BayFront Villa
    Jeparadise Resort

Pantai Empurancak Jepara


Berkas:Pantai Empu Rancak.jpg
Pantai Empu Rancak
atau disebut juga Pantai Purancak adalah pantai yang terletak di Karang Gondang, Mlonggo, Jepara.Kawasan ini banyak ditemui pilihan makanan menu seafood. Pantai Empu Rancak terlentak di Desa Karang Gondang, Kecamatan Mlonggo. Pantai ini masih terlihat sepi, sebab memang belum banyak yang mengenal wilayah ini. Namun sejak empat tahun terakhir, kawasan ini sudah mulai dikelola secara swadaya oleh masyarakat setempat.

Fasilitas :

    Mushola (dengan bentuk seperti Masjid Demak)
    Kebun taman bunga
    Ban dalam
    Kamar Bilas (dengan bentuk arsitektur khas Jawa)
    Lapangan Sepakbola
    Warung Masakan khas Jepara.

Keunggulan :

    Pasir Putih
    Pantai masih perawan (belum tersentuh / belum rusak)
    Akses Mudah
    Jalan Raya Bagus.

Kuliner

Nah, yang lebih spesial lagi adalah makanan khas berupa makanan laut seperti ikan, cumi dan udang. Makanan laut tersebut dapat dimasak sesuai selera konsumen. Bisa di bakar, di goreng kering, atau asam manis. Beberapa ikan yang tersedia seperti Ikan Ngangas, Badong, Krapu, Kakap Merah dan Dorang. Untuk harga ikan cukup murah. Makan di pinggir pantai dengan menikmati makanan khas laut yang lezat. Salah satu warung yang banyak di kunjungi misalnya Warung Pandan Sari Wangi (Ibu Partini – Pak Naryo) no telpon 081390863952. Banyak warung di Pantai Mpurancak, silakan dipilih mana yang sesuai dengan view pantai. Namun kebanyakan orang mampir di warung yang berada langsung dekat dengan ujung jalan. Warung dengan suguhan pemandangan laut dan menikmatinya di bawah pohon. Atau menikmati di bilik-bilik di pinggir pantai langsung. Apapun pilihannnya, semuanya menarik untuk dinikmati.

Senin, 19 Januari 2015

Wisata Ke Pulau Karimunjawa

http://indonesiaexplorer.net/wp-content/uploads/2013/01/Wisata-Pulau-Karimunjawa.jpg

Wisata Pulau Karimunjawa yang Elok dan Mempesona

Wisata Pulau Karimunjawa menyimpan keindahan dan keunikan yang belum tentu bisa kita dapatkan di pulau lainnya. Pulau Karimunjawa sebagai pulau utama di gugusan ini merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbanyak dibandingkan dengan pulau lain. Disini banyak tersedia penginapan, Anda tinggal memilih untuk menginap di hotel atau homestay. Anda juga dapat melakukan hal – hal yang anda sukai seperti, menyelam, melihat terumbu karang, tracking mangrove, berkunjung ke desa wisata Bugis, serta melihat – lihat penangkaran hiu dan penyu.

Selain pulau karimunjawa, disana juga terdapat pulau – pulau lainnya yaitu Pulau Cemara Besar, Pulau Kemujan, Pulau Menjangan Besar, Pulau Menjangan Kecil, Pulau Tengah, dan Pulau Cilik. Cobalah mengeksplorasi pulau – pulau lainnya untuk melihat indahnya pemandangan bawah laut di perairan Karimunjawa.

Wisata Pulau Karimunjawa Yang Mempesona
Dengan banyaknya pulau – pulau di sekitar perairan Karimunjawa serta letaknya yang tidak terlalu dekat, satu hari berkeliling rasanya kurang memuaskan. Alasan lainnya karena memang jadwal kapal yang tidak tersedia setiap hari, sehingga menginap adalah pilihan yang tepat.

Anda bisa bertanya pada tour guide atau penduduk lokal tentang lokasi yang bagus serta searah agar Anda bisa memanfaatkan waktu dengan lebih baik untuk menikmati keindahan Taman Nasional Karimunjawa.

Sabtu, 17 Januari 2015

Pantai Bondo, Keindahan Pantai Jepara yang Tersembunyi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhvF5XskN0iThx9C5Wzevm4TGPmsh41C5iWFSwkcB61QDaKvLBH7gkEOKYfUPeNWxOpAOPOngdX80DrN-aSV4y0iPy7MLG0V_ESaZS5JKovuLFFPLmkyze_LX4E5F8ACgsbSQvzsfZKgBec/s1600/DSC_0511.jpg
Bumi Kartini seakan menyapa dengan anggun, keelokan suasana kota pesisir seakan membawa saya untuk bergegas mengunjungi pantai-pantai yang berjejer di kota Jepara. Hari itu, angin membawa saya berkunjung ke Pantai Bondo, satu pantai yang letaknya cukup jauh dari Jepara, tepatnya di Desa Bondo, kecamatan Bangsri. Jika ditempuh dari pusat kota, diperlukan waktu kurang lebih 45 menit untuk sampai ke pantai ini.
Pantai Bondo terkesan ‘tersembunyi’, karena dalam perjalanan menuju ke pantai kita akan disuguhi pemukiman penduduk desa, kemudian kita juga akan melewati hutan jati, yang kabarnya hutan jati ini baru saja dijarah atau dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Saat ini, hutan jati itu tetaplah menjadi hutan jati, hanya saja tidak serindang dulu, 5 tahun yang lalu, terakhir saya mengunjungi pantai Bondo.

Untuk memasuki wilayah Pantai Bondo, kita tidak perlu membayar tiket masuk atau tiket parkir sekalipun. Masih gratis. Entah kenapa pantai ini tidak lantas diberdayakan oleh masyarakat setempat untuk dikelola secara serius menjadi objek wisata, padahal pantai ini memiliki panorama yang tak kalah indah dari pantai-pantai lainnya. Sebenarnya, pantai ini sudah terdaftar di kepariwisataan kota Jepara, bersama pantai-pantai Jepara lainnya yang cukup terkenal, seperti Pantai Kartini, Pantai Bandengan, dan lain-lain. Mungkin karena letaknya yang ‘tersembunyi´ dan jauh dari pusat kota, sehingga nampaknya hal itulah yang menyebabkan Pantai Bondo jarang terjamah oleh wisatawan mancanegara ataupun domestik.

Sesampainya disana, pasir putih seakan memanggil-manggil meminta dipijak. Ombak kecil seperti menyusul menyentuh kaki. Di Pantai Bondo, kita bisa mandi air laut. Lautnya dangkal, airnya jernih, dan ombaknya mati. Tempat bilas juga tersedia, tak jauh dari ‘laut ombak mati’. Disana kita juga akan bertemu dengan para nelayan yang sedang mencari ikan, untuk langsung dijual ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terletak tak jauh dari kawasan ‘laut ombak mati’ ini.
Sepanjang mata memandang, laut biru memang menggemaskan. Garis batas serasa meminta untuk ditarik, menikmatinya sampai nanti waktu pulang. Sembari menikmati indahnya pantai, kita bisa juga menikmati makanan-makanan ringan yang dijual oleh warung-warung di pinggir pantai. Ya, warung-warung tersebut ialah milik penduduk setempat.

Kapal-kapal nelayan bergerak berlalu-lalang. Terlihat aktivitas mereka mencari ikan demi sesuap penghasilan. Gigih. Mereka terlihat cuek dengan wisatawan-wisatawan yang datang mengunjungi pantai tempatnya bekerja. Ya, sendiri-sendiri. Yang bertamasya, yang bekerja. Kemudian mereka terlihat ramah, setelah mereka menepikan perahunya, dan menginjak pasir. Barangkali kita membutuhkan bantuan, tak perlu sungkan untuk menanyakan kepada mereka, sekiranya mereka mau membantu.
Bagi Anda yang menyukai makanan berbahan dasar seafood, datanglah pada pagi hari ke pantai ini, tepatnya ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang masih satu kawasan di Pantai Bondo. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ini hanya ada pada pagi hari, dimana saat itu para nelayan menyetorkan hasil tangkapannya kepada para tengkulak atau distributor. Suasananya ramai, kita akan bertemu dengan para pedagang-pedagang ikan yang membeli ikan disana untuk dijual kembali. Ikan yang ada tentunya fresh, dan harganya jauh lebih murah. Tak perlu khawatir, untuk mendapatkan harga murah tersebut kita tidak diharuskan untuk membeli ikan dalam jumlah banyak. Seekor ikan besar pun, kita akan mendapatkan harga yang sama dengan pedagang-pedagang biasanya. Menarik bukan? Jika pagi hari anda mengunjungi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) ini, selanjutnya kita bisa menikmati sejuknya pagi dan sunrise dari bibir pantai.
Menyenangkan? Pasti. Jika memang Anda penyuka pantai dan pencinta laut, jangan lupa berkunjung kesini. Pantai tersembunyi di pesisir Jepara.  Ohiya, untuk mengunjungi pantai ini, paling tidak kita harus menggunakan kendaraan sendiri, karena tidak ada kendaraan umum untuk menuju pantai ini. Jika berkunjung kesini, jangan lupa juga untuk mencoba kuliner khas Jepara, yaitu minuman yang bernama Pleret. Biasanya penjual pleret banyak ditemui di sekitar hutan jati sebelum pantai Bondo. Sepertinya minuman Pleret ini benar-benar hanya ada di Bangsri dan sekitarnya, karena ke daerah manapun saya berpijak, tidak pernah menemukan penjual minuman ini..
Satu harapan saya, semoga pemerintah setempat lebih gencar mempromosikan Pantai Bondo sebagai tempat wisata pantai yang recommended. Sehingga, pantai ini lebih terurus, dapat dikelola secara resmi tanpa harus merugikan penduduk yang bermukim di lingkungan pantai. It’s hidden paradise, right? :)